|
Profile |
Music |
|
Selasa, 06 April 2010
tugas investigasi pelukis pasar baru PELUKIS PASSER BAROE; DARI KEBUDAYAAN INDONESIA, HINGGA WAJAH PENGUASA DARI KEBUDAYAAN INDONESIA, HINGGA WAJAH PENGUASA PELUKIS PASSER BAROE : Sang pelukis menunjukkan salah satu lukisannya tentang kebudayaan Jakarta dalam Tari Jaipong apak Dhidiet, seorang pelukis karikatur dengan latar belakang media massa telah melukis berbagai macam objek. Dari pemandangan lepas, wajah para peminat hasil karya nya, hingga petinggi-petinggi Negara yang sempat ia “kelitik” dengan komentar-komentar cerdas yang ia gambarkan dalam lukisan kritik sosialnya. Sebelumnya, beliau adalah seorang illustrator untuk sebuah tabloid yang terbit setiap jumat, dalam sebuah kolom bertajuk CAGUR, singkatan dari CAnda GURau. Salah seorang tokoh masyarakat yang pernah ia lukis adalah Andi Malarangngeng. 1.Lukisan Karikatur tokoh-tokoh masyarakat / selebritis. 2. Kios Para seniman KPPI (Kelompok Pelukis dan Penulis Indah) Passer Baroe : rapi dan terorganisir. 3.Bengkel Karikatur, tempat pak Dhidiet menghasilkan karya-karyanya. Lebih jauh mengenai pak Dhidiet, beliau adalah lulusan SMEP (Sekolah Ekonomi Menengah.RED) tahun 1970. selepas sekolah, ia memutuskan untuk mengikuti kursus melukis karya budaya klasik. Secara otodidak ia mengembangkan bakat nya, hingga pada waktu ia bergabung dengan sebuah sanggar seni rupa pada tahun 1977, ia tak menyangka bahwa seorang seniman bernama Indra Cipta melirik dan akhirnya membeli lukisannya yang bernuansa pemandangan alam lepas. Sejak saat itu, pak Dhidiet mulai menjadikan lukisannya sebagai salah satu sumber pemasukan. Hingga pada tahun 1980, ia bergabung dengan KPPI, Kelompok Pelukis dan Penulis Indah, Passer Baroe. Sejak saat itu, pak Dhidiet mulai menjual lukisan-lukisannya serta melukis langsung para peminat hasil karyanya. Menjadi Anggota KPPI pun bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, hanya 60 seniman sajalah yang dapat menempati deretan galeri-galeri itu, dikarenakan peran PEM DA JAKARTA yang sangat memperhatikan kerapihan serta kedisiplinan tata letak bangunan di sekitar kawasan Passer Baroe tersebut. Salah satu timbal-balik para anggota KPPI kepada PEMDA JAKARTA adalah membayar retribusi untuk kebersihan serta keamanan tempat sebesar Rp.100.000. bagi pak Dhidiet, nilai uang sebesar itu sudah sangat lum rah dibandingkan dengan penghasilan yang ia dapatkan perbulan, yang rata-rata berkisar antara Rp.500.000 - Rp.2.500.000, senilai dengan 3-5 lukisan karikatur atau pop-art pesanan langganan,nya yang setia. Peminat karya pak Dhidiet berasal dari dalam bahkan luar negeri. Ia pernah melukis wajah karikatursalah seorang penduduk asing berkebangsaan inggris yang akan dimutasi, yang ingin meninggalkan kenang-kenangan kepada teman-teman sejawatnya. Ada pula keluarga yang ingin diabadikan gambarnya dalam bentuk karikatur hitam-putih, salah satu ciri khas torehan kuas pak Dhidiet yang membedakan karyanya dengan karya pelukis lainnya. Lukisan termahal yang pernah ia jual seharga Rp.4.000.000 - sebuah karya abstrak dengan budget awal Rp.500.000/lukisan. Lukisan beliau pun pernah dipublikasikan oleh media Republika. Tidak ada yang menghala-ngi pak Dhidiet untuk mengemb-angkan imajinasi nya dalam mengeks-plorasi kemampu-an melukisnya, dikarenakan dasar kepercayaannya bahwa tidak ada sesuatu hal yang terlalu susah, jika kita mau giat mempelajarinya, Dalam hal ini yang ia maksud adalah melukis, tentunya. “kebudayaan adalah hal yang harus didalami oleh pemuda-pemudi Indonesia, khususnya bagi mereka yang mempunyai mimpi serta hasrat dalam bidang seni. Melukis, contohnya. Kebudayaan Indonesia yang beragam merupakan ujung kuas kita untuk menceritakan keindahan kita kepada dunia luar, sekaligus sumber kebahagiaan dan kepuasan batin tersendiri bagi yang menjadikan seni lukis sebagai panggilan hidupnya” sanggah Bapak Dhidiet.”Saya bukanlah seorang idealis, namun saya mempunyai mimpi bahwa calon pelukis-pelukis Indonesia akan mempunyai tempat di kancah internasional dengan hasil-hasil seninya yang menggambarkan tentang kekayaan budaya Indonesia. Cintai dulu Indonesia, itu yang utama” lanjut Bapak Dhidiet menutup pembicaraan. Are… Pemimpin Redaksi / Editor GLENOVIAN ARMANDO M Sekretaris KARTIKA AYU SUKMAWARDHANI Reporter NADYA MARSHELLA SAPUTRA ELVIRA KHAIRUNNISA Fotografer VICKY ROSTIADIaraan kami. (ek/nms) 06.58
|
Tagbox Affiliates Kikih Intan Maya Okti Sally Nining Fren |